Minggu, 21 Februari 2016

Cara Mencapai Kesuksesan

Cara Mencapai Kesuksesan
Keberhasilan, kesuksesan, keberuntungan dan kemenangan adalah hal yang menjadi impian, harapan, dan dambaan setiap manusia. Tidak seorangpun yang menginginkan kegagalan, kehancuran, kebinasaan dan kekalahan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi, untuk memperoleh kemenangan dan keberhasilan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Seseorang harus menempuh jalan panjang yang berliku serta penuh onak dan duri. Kalau ada kesuksesan dicapai tanpa perjuangan yang melelahkan, maka agaknya kemenangn dan keberhasilan itu, tidaklah akan terasa sebagai sebuah kemenangan dan keberhasilan.
Allah swt. memberikan beberapa petunjuk dan cara bagaimana seseorang bisa memperoleh keberhasilan dan kesuksesan. Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi dan diikuti manusia agar sampai ke gerbang kesuksesan dan keberhasilan, sehingga dia menjadi pemenang.

Pertama, seseorang mesti memiliki ketangguhan dan ketegaran menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan kesulitan. Sebab, dalam melakukan suatu perbuatan, sesederhana apapun bentuknya tentulah akan memiliki hambatan dan rintangan serta kesulitan. Orang yang berhenti pada satu tahap kesulitan dan hambatan lalu meninggalkannya, tentulah tidak akan pernah sukses. Kesuksesan baru diperoleh jika seseorang gigih dalam melakukannya. Ketika dihadapkan pada sebuah rintangan, hambatan, dan kesulitan justru hal itu menjadi pendorongnya untuk lebih bersemangat guna mencapai kesuksesan. Begitulah yang disebutkan Allah swt. dalam surat Ali ‘Imran [3]: 146

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
Kenapa para nabi Allah sukes dalam melaksanakan misinya? Sebab, mereka adalah orang-orang yang tidak lemah, tegar, tidak lesu dan loyo serta tidak mudah menyerah pada satu kesulitan. Perjalanan dakwah para nabi dan rasul Allah, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan bukan pula tanpa tantangan. Tidak sedikit dari mereka yang diancam, diintimidasi, dicaci dan dimaki, dikejar dan diburu, serta sebagiannya dibunuh. Akan tetapi, mereka tetap meraih kesuksesan, karena ketegaran dan ketangguhan yang mereka miliki.

 Kedua, hendaklah seseorang selalu berusaha melawan dan menahan gejolak jiwanya. Sebab, ketika manusia berbuat suatu kebaikan, tentulah syaithan tidak akan pernah tinggal diam melihat manusia sampai ke tujuannya. Syaithan dengan sekuat tenaga dan segenap kemampuannya akan berusaha menggagalkan manusia dari kesuksesan, dengan cara membuat gejolak dalam jiwa manusia itu. Tanpa disadari akhirnya manusia tersebut, dikalahkan oleh kehendak nafsunya yang telah ditunggangi syaitah. Allah swt berfirman dalam surat an-Nazi’at [79]: 40-41

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى(40)فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى(41)


Artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,40maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).”
Orang yang berhak memperoleh sorga Tuhan sebagai “simbol” kemenangan yang hakiki dan abadi, adalah orang yang takut kepada Tuhan dan selalu menahan gejolak jiwanya. Sebab, nafsu dan gejolak jiwa manusia selalu menggiringnya kepada kegagalan, kehancuran dan kebinasaan.


Ketiga, seseorang haruslah memilki rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemapuannya dalam melakukan sesuatu. Ketika melakukan suatu hal, hendaklah manusia membuang rasa minder, rendah diri, cemas, takut dari dalam dirinya. Hendaklah dia membangun rasa percaya diri kalau dia mampu melakukannya, dan bahwa dia adalah yang terbaik dalam hal itu. Begitulah yang dipesankan Allah dalam surat Ali ‘Imran [3]: 139

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
 

Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah (minder), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
Ketika seseorang berkhutbah atau berceramah mislanya, untuk mencapai sukses hendaklah dia memiliki rasa percaya diri akan kemampuannya. Buanglah rasa cemas, takut, minder dan sejenisnya kemudian anggaplah bahwa kita adalah yang terbaik dalam hal itu, sementara orang lain tidak lebih hebat dari kita (bukan bermaksud sombong dan menganggap rendah orang lain). Dengan begitu, seseorang akan sampai pada kesuksesan dan keberhasilan. 


Keempat, hendaklah seseorang memiliki tekad yang bulat dan membuang sikap ragu-ragu. Sebab, sikap ragu-ragu bukan saja akan membuat manusia mengalami kegagalan dan kerugian, namun akan membuat manusia takut dan tidak berani berbuat sesuatu. Ketika akan melakukan sesuatu, hendaklah seseorang berkeyakinan bahwa dia mampu melakuannya, dan fokos terhadap sesuatu itu. Mestilah dia memiliki keyakinan yag mantap dan tekad yang bulat dengan pilihannya tersebut. Itulah yang disebutkan Allah dalam surat al-Hujurat [49]: 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.”
Akan tetapi, tentunya tekad yang bulat dan keyakinan yang penuh haruslah diikuti dengan kerja keras dan kesungguhan dengan mengerahkan segenap potensi yang dimiliki untuk sampai kepada kesuksesan itu. Tidaklah ada artinya suatu tekad, jika tidak dibarengi dengan usaha dan kerja keras serta kesungguhan dalam berbuat.
Share:

Senyum Dan Tawa Menurut Al-Qur’an

  • Senyum Dan Tawa Menurut Al-Qur’an
Di antara tanda kebesaran Allah adalah, bahwa Dia memberikan potensi kepada manusia secara berpasangan. Manusia diberi potensi untuk bisa marah pada saat dan kondisi tertentu, namun juga memiliki potensi kasih sayang dan penuh kelembutan pada waktu dan kondisi yang lain. Begitu juga, manusia memiliki kemampuan untuk bisa menangis dan mengeluarkan air matanya pada suatu kondisi, namun pada situsi dan kondisi lainnya manusia juga bisa tersenyum dan tertawa, begitulah seterusnya.
Senyum dan tawa sebagai suatu potensi dan kemampuan yang diberikan Allah kepada manusia, mestilah dipergunakan sesuai maksud Sang Pemberi itu sendiri. Jika tidak, maka tentulah senyum dan tawa yang dilakukan manusia akan menjadi sesuatu yang dicela oleh Allah. Sebab, adakalanya tersenyum dan tertawa itu merupakan ibadah dan mendapat pujian Allah, akan tetapi sebaliknya, tersenyum dan tertawa juga bisa menjadi bagian dari dosa jika tidak menurut tujuan Allah memberikan potensi tersebut.

Al-Qur’an sebagai kitab Allah yang sempurna, juga memberikan pembicaraan khusus persoalan tersenyum dan tertawa yang baik dan dipuji Allah serta bentuk tertawa yang buruk dan dicela oelh Allah. Di antaranya adalah;

Pertama, tersenyum dan tertawa dengan maksud mencemooh dan melecehkan orang lain. Ini adalah bentuk senyum dan tawa yang dicela oleh Allah, dan termasuk salah satu bentuk dosa, baik kepada Allah maupun terhadap sesama. Hal itu disebutkan Allah dalam surat az-Zukhruf [43]: 47, ketika Fir’aun dan kaumnya mencemooh dan melecehkan nabi Musa as.
 
فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka tatkala dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa mu`jizat-mu`jizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.”
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita menemui atau menghadapi seseorang, apalagi jika orang lain itu kita anggap kedudukannya lebih rendah, maka kadang kita tersenyum dengan senyum penuh ejekan atau tertawa dengan meksud mencemooh keadaannya. Senyum dan tawa seperti itu adalah bagian dari dosa. Karena, orang yang tersenyum dan tertawa dengan maksud seperti itu adalah orang yang angkuh dan sombong serta dicela oleh Allah.

 
Kedua, tersenyum dan tertawa dengan maksud merendahkan atau mengolok-olok orang lain. Kalau yang pertama, senyum dan tertawa dengan maksud mencemooh atau melecehkan, sekalipun yang mencemooh menyadari bahwa kedudukan belum tentu lebih tinggi dari yang dicemooh atau yang dilecehkan. Sementara yang kedua, senyum dan tertawa dilakukan di maksudkan untuk merendahkan dan memperolok orang lain, yang kedudukannya dianggap lebih rendah dari yang mentertawakan. Inilah salah satu bentuk tersenyum atau tertawa yang dilarang oleh Allah. Hal itu seperti disebutkan dalam surat al-Muthaffifin [83]: 29

 
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.”
 
Orang-orang yang kafir (Quraiys) mentertawakan orang-orang mukmin, karena mereka menganggap bahwa kedudukan mereka lebih tinggi dan terhormat dari orang beriman, yang ketika itu masih sedikit dan sangat lemah. Kondisi mereka ini nanti berbeda dengan orang Mukmin di akhirat, di mana orang-orang mukmin berada di tempat dan derajat yang tinggi, sementara orang kafir berada di tempat dan derajat yang rendah dan hina. Sehingga, orang-orang beriman balik mentertawakan mereka, seperti yang terdapat dalam surat al-Muthffifin [63]: 34

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.
 
Ketiga, tersenyum dan tertawa saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran. Tersenyum dan tertawa di saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran adalah sesuatu yang buruk dan dicela oleh Allah. Begitulah yang disebutkan Allah dalam surat at-Taubah [9]: 81-82

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ(81)فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(82)
Artinya: “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)", jikalau mereka mengetahui (81). Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan (82).”
 
Dalam ayat di atas menjelasakan bahawa Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk memperingatkan orang-orang munafik bahwa panasnya api neraka mengatasi segalanya. Ketika itu, Allah mengaitkan dengan perintah sedikit tertawa dan banyak menangis. Hal itu berarti, bahwa ketika seseorang diberikan pengajaran, hendaklah dia memperhatikan dengan seksama dan tidak banyak bercanda, tersenyum ataupun tertawa kecuali seperlu dan sekedarnya saja. Jika tidak demikian, tertawa di saat seperti itu bukan hanya sekedar menggangu proses belajar dan mengajar, akan tetapi akan membuat sang pemberi nasehat atau pengajar tersinggung dan merasa dilecehkan. Sehingga, semuanya akan menjadi hal yang sia-sia dan tidak akan ada manfaatnya.

Keempat, tersenyum dan tertawa karena merasa heran terhadap sesuatu. Senyum dan tawa seperti ini, adalah senyum dan tawa yang tidak dilarang oleh Allah. Di mana, ketika seseorang merasa sangat heran atas sesuatu hal atau peristiwa dan merasa sesuatu itu di luar jangkauan akal sehatnnya, lalu dia tersenyum atau tertawa, maka hal itu adalah sesuatu yang dibolehkan oleh Allah. Tidaklah ada celaan Allah terhadap tertawa seperti ini. Sama seperti tertawanya sayidah Sarah isteri Ibrahim as. ketika malaikat memberitahukan kepada Ibarahim bahwa isterinya yang sudah lanjut usia itu akan hamil dan melahirkan. Hal itu disebutkan Allah dalam surat Hud [11]: 71-72

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ(71)قَالَتْ يَاوَيْلَتَى ءَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ(72)
Artinya: “Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya`qub (71). Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh( 72).”
 
Ketika diberitahukan bahwa dia akan hamil dan melahirkan seorang anak, Sarah tersenyum dan tertawa karena merasa hal itu adalah sesuatu yang mengherankan dan tidak masuk akal. Betapa tidak, kondisi fisiknya yang sudah tua dan lemah serta mandul, bagaimana mungkin bisa hamil dan melahirkan. Keheranannya itulah yang membuat dia tersenyum dan tertawa. Akan tetapi, senyum dan tawa itu bukanlah sesuatu yang dicela oleh Allah, sepangjang senyum dan tawanya tidak sampai ke tingkat mengingkari atau bahkan melecehkan.

Kelima, tersenyum dan tertawa karena kagum terhadap sesuatu. Perasaan kagum dan heran walaupun seringkali dipersamakan sebagian orang, namun sedikit memiliki perbedaan. Perasaan heran timbul jika seseorang menemui suatu kenyataan yang berada di luar jangkauan akal sehatnya. Dia berkeyakinan bahwa hal itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi, namun kenyataannya terjadi. Berbeda dengan perasaan kagum, di mana ia timbul karena hebat dan agungnya sesuatu. Seseorang merasakan sesuatu itu adalah hal yang besar dan agung, dan bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Seperti kekaguman nabi Sulaiman as. terhadap seekor ratu semut yang sangat mempedulikan dan mengutamakan keselamatan rakyatnya, sehingga sang ratu memerintahkan rakyatnya terlebih dahulu memasuki sarang atau rumah mereka agar tidak binasa terinjak Sulaiman dan tentaranya. Sikap yang dimiliki pemimpin semut ini membuat sulaiman kagum, sehingga dia tertawa sambil memuji kebesaran Allah. Sebagaiman dalam firman-Nya surat an-Naml [27]: 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Keenam, tersenyum dan tertawa karena gembira atau senang. Senyum dan tertawa seperti ini adalah suatu yang sudah menjadi fitrah manusia. Jika memperoleh nikmat berupa kesenangan, tentulah semua manusia akan tersenyum dan tertawa, dengan wajah yang berseri-seri dan mata yang berkaca-kaca. Bahkan, tertawanya sampai meneteskan air mata, karena merasakan keharuan. Seperti yang disebutkan Allah dalam surat ‘Abasa [80]: 38-39

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ(38)ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ(39
)
Artinya: “Banyak muka pada hari itu berseri-seri (38) Tertawa dan gembira ria (39)”.
Ini adalah senyum dan tawa yang dibenarkan dan dipuji oleh Allah, sepanjang tidak melewati batas kewajaran. Sebab, apapun perbuatan yang dibolehkan Allah, jika dilakukan secara berlebihan dan melampaui batas kewajarannya, tentulah akan menimbulkan dampak buruk bagi pelakunya. Di samping hal yang berlebihan adalah seuatu yang amat dibenci oleh Allah.
Share:

10 Masjid Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

10 Masjid Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia 

Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan bermacam-macam suku bangsa banyak memiliki sejarah kebudayaan. Salah satunya adalah sejarah kebudayaan islam dan peninggalannya. Dahulu banyak terdapat kerajaan-kerajaan islam yang ada di Indonesia dan meninggalkan bangungan-bangungan bersejarah antara lainnya adalah bangungan masjid.
Seperti dilansir Triptrus.com berikut 10 masjid peninggalan sejarah yang ada di Indonesia.

1. Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Masjid Raya Baiturrahman AcehMasjid bersejarah ini dibangung oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Masji ini pernah di hancurkan oleh Belanda di tahun 1873, namun akhirnya Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877. Itu dilakukan sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Dan yang uniknya masjid ini tetap utuh pada saat terjadinya bencana Tsunami di tahun 2004 dan menjadi tempat pengungsian pada waktu itu.

2. Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan
Masjid yang dibangun pada tahun 1906 ini juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun. Pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid ini begitu megah karena disengaja oleh Sultan. Beliau menjadikan masjid ini harus lebih megah dari istananya yaitu Istana Maimun.
Bahan bangunan dan rancangan masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.

3. Masjid Raya Ganting Padang
Masjid Raya Ganting Padang
Menurut sejarah pembangunan masjid ini pada tahun 1700. Dan bangunannya telah beberapa kali dipindahkan sampai pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805.
Model atap masjid ini berbentuk persegi delapan dan dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang dahulu membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Sama dengan masjid baiturahman yang ada di Aceh, masjid ini juga tetap kokoh saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Masji ini juga pernah menjadi tempat pengungsian Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.

4. Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951 dengan rancangan arsiteki Frederich Silaban. Pembangungan baru mulai pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.”
Saat ini masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Kapasitas penampungan masjid ini dapat menampung hingga 200 ribu jamaah dari satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya. Masjid Istiqlal dibangun di atas bekas reruntuhan benteng Prins Frederik benteng milik penjajah belanda yang didirikan di tahun 1873.

5. Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten
Masjid ini dibangun dengan karya tangan arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Atap bangunan masjid ini menyerupai pagoda.
Untuk menara masjid yang tingginya 24 meter itu dibangun oleh arsitek Belanda Hendrik Lucasz Cardeel. Menara tersebut berada di sisi timur dan menjadi tempat wisata karena keunikan bentuk bangunannya. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi. Selain itu di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya 

6. Masjid Agung Cirebon
 Masjid Agung Cirebon
Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pembangunannya diprakarsai oleh Sunan Gunung Jati dan dengan karya arsitek Sunan Gunung Kalijaga. Pembangunan masjid ini selesai pada tahun 1480 yang pada masa itu adalah masa penyebaran agama Islam oleh para Wali Songo.
Masjid Agung beada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Uniknya masjid ini mempunyai sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama. Sembilan pintu tersebut melambangkan kesembilan Wali Songo. Selain itu masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.

7. Masjid Menara Kudus
Masjid Menara Kudus
Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Kudus tahun 1549 di kota Kudus. Batu pertama pembangunannya batu yang berasal dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi ini menunjukkan percampuran pengaruh kebudayaan agama Hindu dan Budha. Ini merupakan cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam kepada penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu agar lebih mudah untuk diterima. Uniknya lagi menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan juga dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.

8. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak
Pendirian masjid ini dilakukan oleh Raden Patah yang merupakan raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo di tahun 1466 dan pembangunannya selesai tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal.
Di bagian samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak. Museum tersebut menampilkan berbagai koleksi unik masjid yang bersejarah, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain sebagainya.

9. Masjid Sunan Ampel
10 Masjid Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia
Masjid bersejarah ini juga dibangun oleh salah satu Wali Songo yaitu Sunan Ampel di tahun 1421. Beliau bersama dua sahabatnya, Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji yang mendirikan Masjid Ampel. Luas bangunan kurang lebih 2 km persegi. Memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut.
Sampai saat ini kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel yang berada di sekitar halaman masjid. Selain itu di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.

10. Masjid Kotagede Yogyakarta
Masjid Kotagede Yogyakarta
Masjid Kotagede adalah masjid bersejarah dan tertua di Yogyakarta. Didirikan oleh Sultan Agung, Raja kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Pembangunan masjid ini ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga arsitektur bangunan masjid ini terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Uniknya di bulan Ramadhan di Masjid ini sholat tarawih dilakukan pada saat jam 24.00.
Itulah 10 peninggalan masjid bersejarah yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.
Share:

Hukum Wanita Yang Tidak Berjilbab

"Hukum Wanita Yang Tidak Berjilbab "




Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum wr wb...
Masih seputar mengenai Jilbab ya likers....
Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,,"
Imam Ali as berkata:

“Saya dan Fathimah menghadap Rasulullah saw dan kami melihat beliau dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan kami berkata kepada beliau: “Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu, apa yang membuat anda menangis tersedu-sedu?”

Rasulullah bersabda:
“wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku melihat wanita–wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.

Kemudian beliau bersabda:
1. Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
Rasulullah saw bersabda:

“Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.
Sepenggal cerita Ali as diatas dari 11 sabda Rasullullah mengenai wanita yang masuk neraka menerangkan dengan jelas bahwasanya seorang wanita akan masuk neraka jika tidak menutupi rambutnya atau memakai jilbab(Hijab)
Mungkin Kaum wanita sekarang menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil,bahkan ada yang bilang lebih baik tak memakai jelbab dari pada memakai juga tak bisa menjaga kelakuannya"Kaum wanita menganggap yang terpenting hatinya dan bisa menjaga prilaku dan mengerjakan sholat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan.
Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya sbb:

“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.

Sebagaimana telah diterangkan dimuka, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum syariat Islam yang digariskan Allah dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam dan bagi mereka berlaku ketentuan Allah yang tak bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat, puasa, zakat dan haji mereka?.
Sikap Allah diatas ini sama dengan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai terlambang dari peribahasa seperti:“Rusak susu sebelanga, karena nila setitik,”. Contoh segelas susu adalah enak diminum. Tetapi kalau dalam susu itu ada setetes kotoran manusia, kita tidak membuang kotoran, tetapi kita membuang seluruh susu tersebut.
Begitulah sikap manusia jika ada barang yang kotor mencampuri barang yang bersih. Kalau manusia tidak mau meminum susu yang bercampur sedikit kotoran, begitu juga Allah tidak mau menerima amal ibadah manusia kalau satu saja perintah-Nya diingkari.
Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita yang tak mau memakai jilbab, yang berbunyi sbb.:
“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?”
Rasulullah bersabda,
"Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Kaum wanita yang tak memakai jilbab didalam hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat, puasa, zakat, haji mereka.
Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab berada dalam neraka sebagaimana bunyi hadits Nabi Muhammad SAW diatas, juda ditegaskan Allah sebagaimana firmanNya di dalam surat Al A’raaf ayat 36 yang artinya seperti:

“Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”.

Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka. Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah, sebab itulah mereka kekal didalam neraka.
Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing. Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuh menghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?.
Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akan bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas. Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.
Banyak sekali kaum wanita yang tak berjilbab sungguhpun mereka mendirikan shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi telah hapus nilai pahalanya disisi Allah telah terjadi di zaman kita ini dan akan berketerusan sampai hari kiamat, kecuali dakwah menghidupkan risalah jilbab ini dikerjakan bersama-sama oleh seluruh ummat Islam, yaitu dengan mencetak ulang buku yang tipis ini dengan jumlah yang banyak dan disebarkan secara cuma-cuma ketengah-tengah ummat Islam.
Sesungguhnya banyak kaum wanita yang hapus pahala shalatnya yang hidup di zaman ini dan di zaman yang akan datang, semata-mata karena mereka tidak memakai jilbab didalam hidup mereka, telah diisyaratkan Nabi Muhammad SAW dikala hidup beliau sebagaimana bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb:
“Ada satu masa yang paling aku takuti, dimana ummatku banyak yang mendirikan shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah bagi mereka”.
Tafsir “…sebenarnya bukan mendirikan shalat…” dari hadits diatas, ialah nilai shalat mereka tidak ada disisi Allah karena telah hapus pahalanya disebabkan kaum wanita mengingkari ayat jilbab. Begitulah Nabi Muhammad SAW memberi peringatan kepada kita semua, bahwa banyak ummatnya dari kaum wanita yang masuk neraka biarpun mereka mendirikan shalat, tetapi tidak memakai jilbab didalam hidup,
"Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,"
Kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?"
Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,"dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,"
Buat teman-temanku Berjilbab Yuks,,,,"memakai jilbab itu indah dan terhormat dimata manusia juga dimata ALLAH"
Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini... Itu hanyalah dari kami... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...
Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan dan Semoga Bermanfaat serta bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...
Wassalam...
Share:

RUQYAH

RUQYAH


  • Definisi Ruqyah
Makna ruqyah secara terminologi adalah al-'udzah yg digunakan utk melindungi orang yg terkena penyakit seperti panas krn disengat binatang, kesurupan, dan yg lainnya....
Secara terminologi ruqyah terkadang disebut pula dgn 'azimah.
Al-Fairuz Abadi berkata: ''Yang dimaksud 'azimah-'azimah adalah ruqyah-ruqyah.
Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur'an yg dibacakan terhadap orang2 yg terkena berbagai penyakit dgn mengharap kesembuhan.''
Adapun makna ruqyah secara etimologi syariat adlah doa dan bacaan-bacaan yg mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Alloh utk mencegah atau mengangkat bala/penyakit...
Terkadang doa atau bacaan itu disertai dgn sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yg meruqyah atau yg diruqyah.
Tentu ruqyah yg paling utama adalah doa dan bacaan yg bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

  • Ruqyah di Masa Jahiliyyah
Setiap manusia yg mengerti kemaslahatan tentu selalu ingin menjaga kesehatan tubuh dan jiwanya.
Barangsiapa bisa memenuhi keinginan ini berarti karunia Alloh Ta'ala utk diri cukup besar.
Sehingga wajar jika pengobatan ruqyah telah dikenal secara luas di tengah masyarakat jahiliyyah.
Ruqyah adalah salah satu cara pengobatan yg mereka yakini dapat menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan...
Kala itu ruqyah digunakan utk mengobati berbagai penyakit seperti tersengat binatang berbisa, terkena sihir, kekuatan 'ain dan lainnya...
Namun yg disayangkan ruqyah sering menjadi media utk penyebarluasan berbagai kesyirikan di kalangan mereka. Pengobatan ruqyah yg dilakukan tdk luput dari pelanggaran syariat.
Di antaranya adalah pengakuan mengetahui perkara ghaib, menyekutukan Alloh, menyandarkan diri kepada selain Alloh, dan berlindung kepada jin, dan lain-lain.....
Setelah Islam datang,,
seluruh ruqyah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali yg tdk mengandung kesyirikan.
Islam mengajarkan kaum muslimin utk berhati-hati dlm menggunakan ruqyah.
Sehingga mereka tdk terjatuh ke dlm pengobatan ruqyah yg mengandung bid'ah atau syirik...
'Auf bin Malik radhiallahu 'anhu berkata:

كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

''Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: 'Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu..???'
Beliau menjawab: 'Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian... Ruqyah-ruqyah itu tdk mengapa selama tdk mengandung syirik'.''

 
Kebanyakan manusia terpedaya dgn penampilan 'Shaleh' dari orang yg meruqyah...
Sehingga mereka tdk lagi memperhatikan tata cara dan isi ruqyah yg dibacakan...
Asy-Syaikh Shalih bin 'Abdul 'Aziz Alus-Syaikh hafizhahullah berkata:

''Penyebaran kesyirikan banyak terjadi di negeri-negeri Islam melalui para tabib orang yg mengobati dgn ramu-ramuan dan mengobati dgn Al-Qur'an.
 
Ibnu Bisyr menyebutkan pada permulaan Tarikh Najd di antara faktor penyebab tersebar kesyirikan di negeri Najd adalah keberadaan para tabib dan ahli pengobatan dari orang2 Badui di berbagai kampung sewaktu musim buah...
Manusia membutuhkan mereka utk keperluan meruqyah dan pengobatan. mka mereka memerintahkan manusia dgn kesyirikan dan cara-cara yg tdk disyariatkan..''

  • Hukum Ruqyah
Ruqyah telah dikenal oleh masyarakat jahiliyyah sebelum Islam...
Tetapi kebanyakan ruqyah mereka mengandung kesyirikan.
Padahal Islam datang utk mengenyahkan segala bentuk kesyirikan...
Alasan inilah yg membuat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang para shahabat radhiallahu 'anhum utk melakukan ruqyah.
Kemudian beliau membolehkan selama tdk mengandung kesyirikan.
Beberapa hadits telah menjelaskan kepada kita tentang fenomena di atas.
Di antaranya:
1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu bahwa beliau berkata: ''Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
''Sesungguhnya segala ruqyah tamimah dan tiwalah adalah syirik.''
 
2. Dari 'Auf bin Malik Al-Asyja'i radhiallahu 'anhu bahwa beliau berkata:
كُنَّ نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ''Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu?''
Beliau menjawab: ''Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tdk mengapa selama tdk mengandung syirik.''

 
3. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhu bahwa beliau berkata:
نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَجَاءَ آلُ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: إِنَّهُ كَانَتْ عِنْدَنَا رُقْيَةٌ نَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ وَإِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَعَرَضُوْهَا عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَا أَرَى بَأْسًا، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah...
Lalu keluarga 'Amr bin Hazm datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Mereka berkata: ''Wahai Rasulullah sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yg kami pakai utk meruqyah sengatan kalajengking.
Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah.''
Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada beliau.
Beliau bersabda: ''Tidak mengapa barangsiapa di antara kalian yg mampu memberi kemanfaatan bagi saudara mka hendak dia lakukan.''
4. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu beliau berkata:
كَانَ لِيْ خَالٌ يَرْقِي عَنِ الْعَقْرَبِ، فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى. قَالَ: فَأَتَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّكَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى وَأَنَا أَرْقِي مِنَ الْعَقْرَبِ فَقَالَ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ

''Dahulu pamanku meruqyah krn sengatan kalajengking.
Sementara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. mka pamanku mendatangi beliau lalu berkata: 'Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau melarang dari segala ruqyah dan dahulu aku meruqyah krn kalajengking.'
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: 'Barangsiapa di antara kalian yg mampu memberi manfaat bagi saudara mka hendaklah ia lakukan.''
5. Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu ‘anhu beliau berkata:

كُنْتُ أَرْقِي مِنْ حُمَةِ الْعَيْنِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَلَمَّا أَسْلَمْتُ ذَكَرْتُهَا لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اعْرِضْهَا عَلَيَّ. فَعَرَضْتُهَا عَلَيْهِ، فَقَالَ: ارْقِ بِهَا فَلاَ بَأْسَ بِهَا

''Di masa jahiliyyah dulu aku meruqyah krn kalajengking dan 'ain . Tatkala aku masuk Islam aku memberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: '‘Perlihatkan ruqyah itu kepadaku..!!''
Lalu aku menunjukkan kepada beliau.
Beliau pun bersabda:''Pakailah utk meruqyah krn tdk mengapa menggunakannya'.''
 
6. Dari Syifa' bintu Abdullah radhiallahu 'anha:

أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ

''Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam mk dia berkata: 'Aku tdk meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.'
Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: 'Silahkan engkau meruqyah selama tdk mengandung perbuatan syirik'..''

 
Demikianlah mereka melakukan ruqyah di masa jahiliyyah...
Ruqyah mereka mengandung perbuatan syirik sehingga dilarang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam....
Kemudian beliau membolehkan bagi mereka selama tdk mengandung kesyirikan...
Beliau membolehkan krn ruqyah itu bermanfaat bagi mereka dlm banyak hal...
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata:
''Para ulama telah bersepakat tentang boleh ruqyah ketika terpenuhi tiga syarat:
1. Menggunakan Kalamullah atau nama-nama dan sifat-Nya.
2. Menggunakan lisan Arab atau yg selain selama makna diketahui.
3. Meyakini bahwa ruqyah tdk berpengaruh dgn sendirinya, namun dgn sebab Dzat Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Mereka berselisih mengenai tiga hal di atas bila dijadikan sebagai syarat. Yang kuat adalah pendapat yg mengharuskan utk memenuhi tiga syarat yg disebutkan.''
Dengan penjelasan di atas berarti segala ruqyah yg tdk memenuhi tiga syarat itu tdk diperbolehkan.
Jika kita rinci ada tiga jenis ruqyah yg tdk diperbolehkan:
1. Ruqyah yg mengandung permohonan bantuan dan perlindungan kepada selain Alloh Ta'ala.
Ruqyah-ruqyah seperti ini sering dipakai oleh para dukun tukang sihir dan paranormal.
Mereka memohon bantuan dan perlindungan dgn menyebut nama-nama jin,malaikat,nabi, dan orang shaleh....
Terkadang mereka melakukan kesyirikan ini dgn kedok agama...
Banyak orang awam yg terkecoh dgn penampilan sebagian mereka yg memakai atribut agama...
Padahal ruqyah yg mereka lakukan dan ajarkan berbau mistik serta sarat dgn kesyirikan...

2. Ruqyah dgn bahasa 'ajam atau sesuatu yg tdk dipahami maknanya.
Mayoritas ruqyah yg berbahasa 'ajam mengandung penyebutan nama-nama jin permintaan tolong kepada mereka dan sumpah dgn nama orang yg mengagungkannya....
Oleh krn itu para setan segera menyambut dan menaati orang yg membacanya..
Keumuman ruqyah yg tersebar di tengah manusia dan tdk menggunakan bahasa Arab banyak mengandung syirik. Demikian yg ditegaskan oleh Syaikhul Islam.
Asy-Syaikh Hafizh Al-Hakami berkata: ''Adapun ruqyah yg tdk memakai lafadz-lafadz Arab tdk diketahui makna tdk masyhur dan tdk didapatkan dlm syariat sama sekali mk bukanlah perkara yg datang dari Alloh Ta'ala dan tidaklah berada dlm naungan Al-Quran dan As-Sunnah.
Bahkan hal itu merupakan bisikan setan kepada para walinya.
Sebagaimana firman Alloh Ta'ala:
وَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوْكُمْ

''Dan sesungguh para setan mewahyukan kepada wali-wali mereka utk mendebat kalian.''
 
Ruqyah semacam inilah yg dimaksud Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm sabdanya:
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
''Sesungguh segala ruqyah tamimah dan tiwalah adalah syirik.''
 
Hal itu krn orang yg mengucapkan tdk mengetahui apakah ruqyah menggunakan nama-nama Alloh Ta'ala,para malaikat atau para setan..
Dia pun tdk mengetahui apakah di dlmnya terdapat kekafiran atau keimanan, kebenaran atau kebatilan, kemanfaatan atau mara bahaya,,
dan apakah itu ruqyah ataukah sihir....
Demi Alloh mayoritas manusia benar-benar tenggelam dlm berbagai malapetaka ini. Mereka menggunakannya dgn bentuk yg cukup banyak dan jenis yg beraneka ragam...''
Share:

Hukum Wanita Yang Tidak Berjilbab

"Hukum Wanita Yang Tidak Berjilbab "



 
Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum wr wb...
Masih seputar mengenai Jilbab ya likers....
Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,,"
Imam Ali as berkata:

“Saya dan Fathimah menghadap Rasulullah saw dan kami melihat beliau dalam keadaan menangis tersedu-sedu dan kami berkata kepada beliau: “Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu, apa yang membuat anda menangis tersedu-sedu?”
 
Rasulullah bersabda:
“wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku melihat wanita–wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.
 
Kemudian beliau bersabda:
1. Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
Rasulullah saw bersabda:

“Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.
Sepenggal cerita Ali as diatas dari 11 sabda Rasullullah mengenai wanita yang masuk neraka menerangkan dengan jelas bahwasanya seorang wanita akan masuk neraka jika tidak menutupi rambutnya atau memakai jilbab(Hijab)
Mungkin Kaum wanita sekarang menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil,bahkan ada yang bilang lebih baik tak memakai jelbab dari pada memakai juga tak bisa menjaga kelakuannya"Kaum wanita menganggap yang terpenting hatinya dan bisa menjaga prilaku dan mengerjakan sholat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan.
Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya sbb:

“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.
 
Sebagaimana telah diterangkan dimuka, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum syariat Islam yang digariskan Allah dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam dan bagi mereka berlaku ketentuan Allah yang tak bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat, puasa, zakat dan haji mereka?.
Sikap Allah diatas ini sama dengan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai terlambang dari peribahasa seperti:“Rusak susu sebelanga, karena nila setitik,”. Contoh segelas susu adalah enak diminum. Tetapi kalau dalam susu itu ada setetes kotoran manusia, kita tidak membuang kotoran, tetapi kita membuang seluruh susu tersebut.
Begitulah sikap manusia jika ada barang yang kotor mencampuri barang yang bersih. Kalau manusia tidak mau meminum susu yang bercampur sedikit kotoran, begitu juga Allah tidak mau menerima amal ibadah manusia kalau satu saja perintah-Nya diingkari.
Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita yang tak mau memakai jilbab, yang berbunyi sbb.:
“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?”
Rasulullah bersabda,
"Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
 
Kaum wanita yang tak memakai jilbab didalam hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat, puasa, zakat, haji mereka.
Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab berada dalam neraka sebagaimana bunyi hadits Nabi Muhammad SAW diatas, juda ditegaskan Allah sebagaimana firmanNya di dalam surat Al A’raaf ayat 36 yang artinya seperti:

“Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”.
 
Kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, adalah mendustakan ayat Allah surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59 dan menyombongkan diri terhadap perintah Allah tersebut, maka sesuai dengan bunyi ayat tersebut diatas mereka kekal didalam neraka.

Ummat Islam selama ini menyangka tidak kekal didalam neraka, karena ada syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW yang memohon kepada Allah agar ummat yang berdosa dikeluarkan dari neraka. Mereka yang dikeluarkan Allah dari neraka, mereka yang dalam hidupnya ada perasaan takut kepada Allah. Tetapi kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, tidak ada perasaan takutnya akan siksa Allah, sebab itulah mereka kekal didalam neraka.
Sekarang kaum wanita yang tak mau berjilbab, dapat menanyakan kepada hati nurani mereka masing-masing. Apakah terasa berdosa bagaikan gunung yang sewaktu-waktu jatuh menghimpitnya atau bagaikan lalat yang hinggap dihidung mereka?.
Kalau kaum wanita yang tak mau memakai jilbab, menganggap enteng dosa mereka bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya, maka tak akan bertobat didalam hidupnya. Atau dalam perkataan lain tidak ada perasaan takutnya kepada Allah, sebab itu mereka kekal didalam neraka sebagaimana bunyi surat Al-A’raaf ayat 36 di atas. Jadi mereka tak mendapat syafaat atau pertolongan Nabi Muhammad SAW nanti di akhirat.
Banyak sekali kaum wanita yang tak berjilbab sungguhpun mereka mendirikan shalat, puasa, zakat dan haji, tetapi telah hapus nilai pahalanya disisi Allah telah terjadi di zaman kita ini dan akan berketerusan sampai hari kiamat, kecuali dakwah menghidupkan risalah jilbab ini dikerjakan bersama-sama oleh seluruh ummat Islam, yaitu dengan mencetak ulang buku yang tipis ini dengan jumlah yang banyak dan disebarkan secara cuma-cuma ketengah-tengah ummat Islam.
Sesungguhnya banyak kaum wanita yang hapus pahala shalatnya yang hidup di zaman ini dan di zaman yang akan datang, semata-mata karena mereka tidak memakai jilbab didalam hidup mereka, telah diisyaratkan Nabi Muhammad SAW dikala hidup beliau sebagaimana bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb:
“Ada satu masa yang paling aku takuti, dimana ummatku banyak yang mendirikan shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah bagi mereka”.
Tafsir “…sebenarnya bukan mendirikan shalat…” dari hadits diatas, ialah nilai shalat mereka tidak ada disisi Allah karena telah hapus pahalanya disebabkan kaum wanita mengingkari ayat jilbab. Begitulah Nabi Muhammad SAW memberi peringatan kepada kita semua, bahwa banyak ummatnya dari kaum wanita yang masuk neraka biarpun mereka mendirikan shalat, tetapi tidak memakai jilbab didalam hidup,
"Semoga menjadi renungan kita bersama bahwa yang wajib itu tetap wajib hukumnya,,"
Kalau tidak mulai dari sekarang apakah kita akan menunggu hari lusa atau disaat kita sudah tua,,,?"
Ingat satu hal Malaikat maut itu tidak menunggumu hari lusa besok atau taun depan mungkin satu menit,jam atau hari esok kita telah dicabut nyawanya oleh malaikat maut,,"dan kita benar-benar menjadi orang yang merugi setelah hari itu datang kepada kita,,"
Buat teman-temanku Berjilbab Yuks,,,,"memakai jilbab itu indah dan terhormat dimata manusia juga dimata ALLAH"
Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini... Itu hanyalah dari kami... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...
Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan dan Semoga Bermanfaat serta bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...
Wassalam...
Share:

TATA CARA MENJADI MUALAF DARI KRISTEN KE ISLAM

TATA CARA MENJADI MUALAF DARI KRISTEN KE ISLAM


"saya pria kristen, umur 28 tahun. saya mempunyai seorang kekasih seorang muslim umur 26 tahun, sudah bercerai, mempunyai anak 1. selama saya dekat dengan dia, saya banyak belajar tentang islam dan ada ketertarikan di hati saya untuk masuk islam.. pada saat saya memutuskan untuk mualaf, keluarganya meminta saya utuk tidak berhubungan lagi dengan dia..saat ini saya masih memutuskan untuk mualaf, "

yang ingin saya tanyakan,
1. bagaimana saya bisa mualaf, dan tata cara untuk mualaf?
2. apakah ada situs online yang mengajarkan tentang islam dan tata cara sholat serta belajar alquran?

saya kira cukup pertanyaaan saya saat ini..
terima kasih.

JAWABAN TATA CARA MENJADI MUALAF DARI KRISTEN KE ISLAM

Semoga Anda terus mendapatkan hidayah untuk menjadi seorang muslim dan menerima kebenaran dengan tanpa rintangan dan halangan apapun. Amin. Jawaban pertanyaan anda sbb:

1. Menjadi seorang muslim itu mudah. Yang diperlukan hanyalah membaca dua kalimat syahadah (kesaksian) dengan penuh keyakinan.
Teks Arabnya sbb: أشهدُ أنْ لا إلهَ إلا اللهُ وأشهدُ أنَّ محمدًا رسولُ اللهِ
Teks latin sbb: Asyhadu an La Ilaha Illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu Utusan Allah.

Anda dapat megucapkan kata di atas sendirian dan sudah menjadi muslim. Namun akan lebih ideal apabila mengucapkannya di depan beberapa saksi. Akan lebih baik lagi kalau di sebuah masjid atau pesantren. Kalau Anda seorang Tionghoa, Anda dapat mengucapkan itu di kantor PITI terdekat supaya mendapat pengesahan formal. Atau, datang ke kantor NU (Nahdlatul Ulama) terdekat.

2. Banyak situs yang mengajarkan soal Islam secara terperinci. Secara audio visual dapat anda cari di Youtube.com. Sedangkan untuk teks bacaan dapat dikunjungi situs-situs seperti pesantrenvirtual.com atau situs ini (alkhoirot.net). Silahkan cari melalui kotak cari (search box) di sebelah kanan situs ini.

SARAN: Ada baiknya anda masuk Islam dengan bantuan seorang ustadz, ulama atau kyai dari kalangan NU (Nahdlatul Ulama). Pastikan ustadz tersebut dari kalangan non-Wahabi agar anda tidak terjebak ke doktrin ekstrim mereka.


KEUTAMAAN NON-MUSLIM YANG MASUK ISLAM: DOSA MASA LALU DIHAPUS

Seorang non-msulim dari agama apapun dia berasal baik dari Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghucu, Atheis, Shinta, Bahai, Zoroastrian, Yahudi, dll, maka ketika masuk Islam seluruh dosa-dosa masa lalunya akan terhapus sebagaimana bayi yang baru lahir berdasarkan dalil-dalil berikut:

- Q.S. Al-Anfaal 8: 38


Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.“

- Hadits riwayat Nasai


إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

Artinya: Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya.

- Hadits riwayat Muslim, Nabi bersabda kepada Amr bin Ash yang hendak masuk Islam

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

Artinya: Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya.

- Hadits riwayat Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah Nabi bersabda: Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam dan dia diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana’ah (ridha; menerima) dengan apa yang Dia berikan kepadanya.
_____________________________


HARTA WARIS PENINGGALAN ADIKNYA NENEK

Asalamualikum warohmatulloh wabarokatu

Pertama-tama saya mengucapkan salam kenal.
saya mempunyai pertanyaan seputar harta warisan dari nenek namanya C (bukan nenek asli tetapi almarhumah adalah adik dari nenek saya/Nenek A), cerita sebagai berikut :

nenek C (almarhumah) meninggal dunia tidak mempunyai anak kandung dan suaminya (kakek) lebih dulu wafat. nenek C dan kakek tersebut memelihara anak dari kecil sampai anak angkat tersebut wafat mendahului nenek tsb.
sekarang harta almarhum tersebut di kuasai oleh istri dari anak angkat beliau,

1. yang jadi pertanyaan apakah kami (cucu)-- tapi bukan cucu asli karena kami dilahirkan dari keturunan kakaknya (nenek A) almarhum tersebut-- mempunyai hak atas harta nenek C tersebut yang mana harta warisnya sekarang dikuasai oleh istri anak angkatnya tersebut?

Nenek C (almarhumah) tersebut mempunyai kakak kandung 2 orang yakni Nenek A dan nenek B (semuanya sudah wafat) meninggalkan keturunan anak laki-laki dan perempuan.
nenek A, B, C, mempunyai saudara kandung se ayah yakni kakek D dari pernikahan orang tua dengan ibu tiri. dari pihak keluarga kakek D sudah mendapatkan harta nenek tersebut (gonogini),

2. tetapi yg jadi pertanyaan kami dan penasaran kami adalah harta warisan nenek C tersebut dari warisan eyang kami (harta bawaan) apakah dapat kami ambil sebagai harta warisan kami?

atas perhatian dan pencerahannya kami ucapkan trima kasih
Salam hormat

JAWABAN

Sebelum menjawab pertanyaan Anda perlu diketahui bahwa anak angkat nenek tersebut tidak berhak mendapat harta waris sama sekali. Akan tetapi, nenek C dapat memberinya hibah saat nenek C masih hidup. Dengan hibah maka nenek C dapat memberikan semua hartanya kepada anak angkatnya tersebut. Apabila demikian, maka tidak ada kerabat nenek C yang akan mendapatkan warisan karena hartanya nenek C sudah habis. Hibah seperti ini sering terjadi dalam kasus anak angkat.

Seandainya tidak ada hibah dari nenek C pada anak angkatnya maka hartanya harus diwaris. Aturan warisnya sbb:

1. Saudara-saudara kandung dari nenek C --yakni nenek A dan B -- berhak atas warisan tersebut. Sedangkan nenek D tidak mendapat warisan karena saudara terhalang oleh saudara kandung.
2. Apabila nenek A dan B tidak ada alias sudah wafat, maka hak waris jatuh ke bawahnya yakni anak dari nenek A dan B. Apabila anak dari nenek A dan B sudah wafat, maka warisan jatuh ke cucunya.

Share:
Auto Backlink : OoneSeem

Translate

Blog Archive

Blogger templates

klik